-->


Kisah Pilu Tragedi di Bumi Pertiwi

S

iapkan lagu -- What About Us -- yang dinyanyikan oleh Michael Jackson. Tekan tombol play pas Reff-nya .. ketika membaca .. tekan Play dan kemudian rasakan detakan dram dan lengkingan vokal sang Raja Pop mengiringi tangisan duka lara dari artikel ini. Betapa menyakitkannya tragedi yang sedang menimpa kita sekarang ini.

Bencana kian menjadi-jadi, seakan silih berganti. Setelah Wasior melanda, tanah Papua. Kembali Bumi Pertiwi berduka. Tsunami Mentawai dan Letusan Gunung Merapi menambah deretan panjang duka lara anak bangsa. Indonesia menangis. Sang Saka Merah Putih yang dulu pernah berkibar dengan Agung, lalsana keagungan Napoleon yang pernah menguasai Daratan Eropa. Sekarang tertunduk layu, lesu tak berdaya. Terseok-seok bencana yang datang bertubi-tubi. Wajah 1000 pulau yang berdiam diri di Bumi Pertiwi, berubah menjadi muram, murung dan pucat pasi. Tak ada yang bisa kita perbuat, selain berdo'a pada Yang Maha Agung.

Kita tengok beberapa tahun silam, peringatan itu telah datang. Kota yang berjuluk Serambi Mekkah rata dengan tanah. Rumah yang semula berdiri megah, luluh lantak dalam hitungan detik tersapu terjangan Tsunami yang murka. Kekuatan alam terlihat perkasa dengan gelombang air lautnya yang menukik tajam berlarian menerjang permukiman penduduk di wilayah Lhokseumawe. Jerit tangis memekakkan telinga. Tapi apa daya, alam tetap tak mau kompromi. Tak ada jalan lain selain keluar dan menyelamatkan diri. Tapi murka sang Penguasa Lautan tak dapat dihindari. Nyawa-nyawa bergelimpangan, terapung tak berdaya, terbawa bah yang sekonyong-konyong datang tanpa permisi.

Renungan apa yang dapat kita perbuat sekarang. Renungan penyesalan dan penyesalan yang terus dipanjatkan. Tak ada guna meratap diri yang sedang hina. Sang Penguasa Alam Semesta tetap Maha. Dia Maha Besar lagi Maha Agung. Tak ada Kekuatan selain dari-Nya. Kita hanya bisa pasrah, tawakal dan berdo'a. Selagi nyawa masih melekat, tak ada jeleknya mulai introspeksi diri. Mungkin suatu saat nanti, Alam Bumi Pertiwi yang ramah, manis, lucu dan indah dipandang mata akan kembali murka. Dan kapan itu terjadi, kita tanyakan pada Rembulan Merah yang senantiasa mengawasi Bumi dari kejauhan.

Blogger Yang Baek, Meninggalkan Jejak Berupa Komentar

Agan jadi Cuapers ke 0, CONGRATULATE !

:10 :11 :12 :13
:14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21
:22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29
:30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37
:38 :39 :40 :41
:42 :43 :44 :45
:46 :47 :48 :49
:50 :51 :52 :53
:54 :55 :56 :57
:58

Jangan lupa ada emo Kaskus diatas CommentBox Ini. Langsung dicoba gan ? Entar ane kasih cendol dah.

Protected by Copyscape Web Plagiarism Software
English French German Spain Italian DutchRussian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified