-->


Roman Picisan : Sepenggal Puisi Untuk dia

Sang Waktu Telah Menipuku

Sang waktu telah menipuku
Memelukku sekian lama dalam kerinduan pada "hawa"
Dia menggilasku tanpa ampun
Dari mimpi-mimpiku untuk menggapai istana
Cinta bisa membuat kita lemah

Mimpi-mimpiku tak terbeli
Dia semakin menjauh dariku kini
Membiarkanku sendiri dalam sunyi sepi
Menekuri lorong rindu yang tak pasti
Cinta bisa demikian buta

Andai waktu dapat kembali
Akan kupenjara hatimu yang terlalu liar untukku
Rantai rindu dan pasung cinta telah kusiapkan untukmu
Agar sayangmu tak pindah ke lain hati
Cinta bisa membuat kita kuat

Tapi Sang Waktu tetap tak mau kompromi
Dia membawa lari lentera hati
Di puncak bukit Selumar yang tinggi ini
Aku akan menanti kekasih hati
Cinta bisa membuat kita menghargai hidup







Pena Kelabu

Kutelusuri Jejak malam yang berbinar ria menyemburkan senyum palsu yang penuh luka
Kuselami, kuresapi, kutulis dengan rapi lewat penaku ini
Intuisiku masih tajam untuk merobek setiap jengkal jejak-jejak malam itu

Tapi, Sekarang aku bagaikan pena kelabu
Yang teronggok tak berdaya diantara jutaan deret kata
Impianku terkubur dalam-dalam bersama semangat hidupku yang semakin pudar

Sementara itu, jejak malam dan senyum penuh luka itu seolah menertawai kekalahanku
Aku muak dengan semua skenario murahan ini
Ingin rasanya aku kembali melawannya bersama penaku, entah kapan ?

Merindu

Rintik-rintik hujan asmara jatuh membasahi lahan-lahan cinta yang kering kerontang
Seribu gadis pembawa bergantan-gantan benih rindu riang gembira menyambutnya
Pangeran penanti mekarnya cinta menunggu dengan sabar bulir-bulir cinta yang akan tumbuh bersemi

Oh, betapa indahnya saat-saat menanti datangnya cinta nan terbalut rindu
Tak bisa terbayangkan keindahannya
Burung pipit dan orang-orangan sawah bisa iri melihatnya

Aku Telah Kalah

Kekalahan itu menyakitkan
Tak adakah cara untuk mengobatinya?
Sekencang aku berlari, kekalahan selalu membuntutiku
Mereka mengejarku, menjadi bayang-bayang gelapku

Membunuh partikel leukosit di dalam urat darahku
Merusak sel tendon syaraf motorikku
Kemanakah gerangan itu?
Maukah kau mendampingiku disaat aku kalah?

Memohon Pada-Mu

Apabila nasib membentang luas melingkari alam semesta
Maka di singgasana langit ketujuhlah aku akan bersimbuh padaMu
untuk menuntun nasibku

Biarlah mereka mencibir lewat bibirnya yang kering
Karena mereka telah lelah menunggu nasib dari tuntunanmu
Sementara aku akan tetap memohon kepadaMu
dan akan terus memohon kepadaMu

Pujaan Hati

Aku pernah mendengar kisah tentang dahsyatnya kekuatan cinta
Seorang dokter yang bertahan hidup selama belasan tahun
di sebuah kampung di Ethiopia dengan virus Ebola yang mengintainya

Itu terjadi karena cinta ..
Cinta pada profesinya sebagai dokter kemanusiaan
dan cintanya kepada makhluk hidup sepertinya

Tapi kekuatan cinta tak kutemukan padamu gadisku
Kau begitu rapuh untuk menerima cintaku
Meski aku rela membahagiakanmu
Tapi kau tetap rapuh, tetap rapuh




Blogger Yang Baek, Meninggalkan Jejak Berupa Komentar

Horeee 1 PertamaX Nongol di sini:

Anonim hobby ngeTweet [agi ngeComment]

puisi nya bagus,ada sedih ada lucu
seandai nya aq bisa mengarang sbuah puisi,
aq bwat kan sbuah puisi Cinta untuk seseorang :)

:10 :11 :12 :13
:14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21
:22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29
:30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37
:38 :39 :40 :41
:42 :43 :44 :45
:46 :47 :48 :49
:50 :51 :52 :53
:54 :55 :56 :57
:58

Jangan lupa ada emo Kaskus diatas CommentBox Ini. Langsung dicoba gan ? Entar ane kasih cendol dah.

Protected by Copyscape Web Plagiarism Software
English French German Spain Italian DutchRussian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified